Halaman

Rabu, 10 Juni 2026

Haflah Takhorruj PKPBA 2026: Bahasa Arab sebagai Jembatan Peradaban dan Komunikasi Internasional

Suasana penuh haru, bangga, dan syukur menyelimuti Gedung SC (Sport Center) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Selasa, 9 Juni 2026. Pada hari tersebut, Program Khusus Perkuliahan Bahasa Arab (PKPBA) Pusat Bahasa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Haflah Takhorruj atau Perayaan Kelulusan bagi mahasiswa yang telah menempuh perkuliahan bahasa Arab intensif selama satu tahun. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merayakan proses panjang pembelajaran, perjuangan, dan pencapaian mahasiswa dalam memahami serta menghidupkan bahasa Arab sebagai bahasa ilmu, agama, budaya, dan komunikasi global.

Haflah Takhorruj tahun ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Tahun Akademik 2025/2026 Kampus 1. Acara tersebut mengangkat tema "اللُّغَةُ الْعَرَبِيَّةُ: جِسْرُ الْحَضَارَاتِ وَالتَّوَاصُلِ الْعَالَمِيِّ Bahasa Arab: Jembatan Peradaban dan Komunikasi Internasional". Tema ini menegaskan bahwa bahasa Arab tidak hanya dipelajari sebagai keterampilan kebahasaan, tetapi juga sebagai sarana untuk membuka wawasan keilmuan, mempererat hubungan antarbangsa, serta memahami khazanah peradaban Islam dan dunia secara lebih luas.

Rangkaian acara berlangsung dengan khidmat dan meriah. Kegiatan diawali dengan penampilan juara lomba ghina Arabi yang menghadirkan nuansa seni berbahasa Arab di hadapan para peserta. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang menambah kekhusyukan suasana, kemudian disusul dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada tanah air. Perpaduan antara nilai religius, nasionalisme, dan budaya Arab menjadikan pembukaan acara terasa bermakna dan berkesan.

Dalam sambutannya, Kepala Pusat Bahasa, Ibu Prof. Dr. Hj. Mamluatul Hasanah, M.Pd., menyampaikan pentingnya penguasaan bahasa Arab bagi mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Beliau menegaskan bahwa bahasa Arab memiliki peran strategis dalam membangun jembatan peradaban dan komunikasi internasional sebagaimana tercermin dalam tema acara. Bahasa Arab, menurutnya, bukan sekadar bahasa akademik atau bahasa ibadah, melainkan juga bahasa yang mampu menghubungkan manusia dengan warisan keilmuan, nilai-nilai spiritual, dan perkembangan dunia global.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kesan dari perwakilan mahasiswa. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa menyampaikan pengalaman mereka selama mengikuti perkuliahan bahasa Arab intensif selama satu tahun di PKPBA. Berbagai tantangan, mulai dari memahami kosakata, struktur kalimat, keterampilan berbicara, hingga membangun keberanian berkomunikasi dalam bahasa Arab, menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk kedisiplinan dan semangat belajar. Kesan tersebut menjadi cerminan bahwa proses belajar bahasa Arab tidak hanya melatih kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter, kesabaran, dan kepercayaan diri.

Salah satu bagian penting dalam Haflah Takhorruj ini adalah muhadharah 'ammah (kuliah umum) yang disampaikan oleh Prof. Dr. Bakrie Muhammad Bakhiet, M.A. (Sudan) dengan tema motivasi belajar bahasa Arab. Dalam penyampaiannya, beliau memberikan dorongan kepada mahasiswa agar terus menjaga semangat dalam mempelajari bahasa Arab meskipun program intensif telah selesai. Bahasa Arab perlu terus dipraktikkan, dikembangkan, dan dijadikan sebagai bekal untuk memahami ilmu pengetahuan, memperluas jejaring akademik, serta berkontribusi dalam percakapan global.

Kemilau acara semakin terasa melalui penampilan syi'ir Arabi yang menghadirkan keindahan sastra dan irama bahasa Arab. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa bahasa Arab tidak hanya hidup dalam ruang kelas, tetapi juga dalam seni, ekspresi, dan kreativitas mahasiswa. Pada kesempatan yang sama, Pusat Bahasa juga memberikan penghargaan kepada para dosen yang telah mengabdikan diri dengan masa bakti 20 tahun atau lebih. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi, keteladanan, dan kontribusi besar para dosen dalam membina generasi pembelajar bahasa Arab di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Selain penghargaan kepada dosen, PKPBA juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang berperan serta dan aktif dalam kegiatan Ansyithah Thullabiyah (ANTA). Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kontribusi mahasiswa dalam menghidupkan kegiatan kebahasaan di dalam maupun di luar ruang perkuliahan. Melalui ANTA, mahasiswa tidak hanya belajar teori bahasa, tetapi juga mempraktikkan bahasa Arab dalam aktivitas yang kreatif, kolaboratif, dan membangun lingkungan akademik yang dinamis. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa, lalu dilanjutkan dengan syukuran di masing-masing kelas bersama wali kelas sebagai wujud rasa syukur atas selesainya perjalanan pembelajaran selama satu tahun.

Haflah Takhorruj PKPBA tahun 2026 ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan penanda dimulainya perjalanan baru bagi mahasiswa untuk terus menjadikan bahasa Arab sebagai pintu ilmu, jembatan peradaban, dan sarana komunikasi internasional. Semangat yang tumbuh dari acara ini diharapkan tidak berhenti di ruang Sport Center, tetapi terus hidup dalam langkah akademik, spiritual, dan sosial mahasiswa. Dengan bahasa Arab, mahasiswa diajak untuk menatap dunia dengan wawasan yang lebih luas, hati yang lebih terbuka, dan tekad yang lebih kuat untuk menjadi generasi pembawa ilmu, adab, dan peradaban.

Haflah Takhorruj PKPBA 2026: Bahasa Arab sebagai Jembatan Peradaban dan Komunikasi Internasional

Suasana penuh haru, bangga, dan syukur menyelimuti Gedung SC (Sport Center) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Selasa, 9 Juni 2026. Pad...